Artikel Blog

DODOL RUMPUT LAUT

Tempat dan Tanggal Laporan Karya Budaya

Tempat  : Desa Mancagahar, Kec. Pameungpeuk, Kab.Garut

Tanggal :    23  September  2013

Sejarah Singkat Karya budaya 

Pantai Pameungpeuk banyak ditumbuhi rumput laut. Masyarakat Mancagahar banyak yang mengambil rumput laut untuk diolah lagi. Agar lebih memiliki nilai ekonomis yang tinggi rumput laut diolah menjadi dodol dan dinamakan Dodol Rumput Laut. Bahan baku utama dalam pembuatan Dodol Rumput Laut atau biasa disebut Dodol Seaweed adalah rumput laut jenis Eucheuma Cottonii yang mempunyai kandungan Kappa Karagenan yang mempunyai Amilopektin yang lebih besar dibanding Eucheuma Spinosum. Eucheuma Cottoni mempunyai daya ikat yang lebih kuat. Sehingga rumput laut jenis ini sangat cocok untuk pembuatan Dodol Seaweed. Pada proses pembuatan Dodol Rumput Laut ini biasanya Rumput Laut setelah dikeringkan kemudian dijadikan bubur yang padat ditambah gula dan aroma, dibungkus plastik berbentuk Dodol.

Rumput Laut jenis Eucheuma Cottonii ini ada juga yang diolah menjadi Keretas Rumput Laut yang nantinya dijadikan bahan masakan. Proses pembuatannya hampir sama dengan proses pembuatan Dodol Rumput Laut hanya saja perbedaannya Rumput Laut yang dikeringkan dipres sehingga membentuk lembaran seperti keretas tebal dan tidak dicampur bahan yang lain.

Kategori Karya budaya 

pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, termasuk pengetahuan tradisional, kearifan lokal,  pengobatan tradisional

kemahiran kerajinan tradisional, termasuk seni lukis, seni pahat/ukir, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, aksesoris tradisional, makanan/ minuman tradisional, moda transportasi tradisional.

Deskripsi Singkat Karya budaya yang dilaporkan saat ini

Dodol Ramput Laut atau biasa juga disebut Dodol Seaweed merupakan makanan tradisional yang telah dikenal dan diproduksi oleh masyarakat Desa Mancagahar, Kec. Pameungpeuk hingga saat ini. Langkah pertama dalam pembuatan Dodol Seaweed adalah merendam rumput laut kering kedalam larutan kapur (CaO) selama sehari semalam dengan pergantian air selama tiga kali. Larutan CaO ini berrfungsi untuk memucatkan dan membersihkan rumpur laut. Selanjutnya rumput laut dihaluskan dengan menggunakan blender hingga terbentuk pasta rumput laut. Lalu dididihkan tepung ketan dengan santan di atas kompor. Tepung ketan ini berfungsi sebagai pengikat dan membentuk tekstur plastis. Setelah mendidih, masukkan pasta rumput laut pada adonan tepug ketan tadi sambil diaduk hingga kalis (2 jam). Sambil diaduk, tambahkan gula, garam dan essence.  Lalu dituangkan adonan yang telah matang tadi ke dalam nampan kecil yang dilapisi plastik. Setelah itu didinginkan selama 1 jam dan keringkan. Potong sesuai dengan selera dan dodol siap dihidangkan.

Kondisi Karya budaya Saat ini

Sedang Berkembang

Upaya Pelestarian/Promosi Karya budaya selama ini 

Promosi langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
Menurut guru/maestro, komunitas atau perseorangan pemangku karya budaya,   bagaimana cara-cara terbaik (Best Practices) untuk melestarikan dan mengembangkan karya budaya yang bersangkutan? 

Promosi Dodol dan Keretas Rumput Laut ini hendaknya semakin gencar dilakukan agar dapat diketahui oleh masyarakat secara luas,

-Perlu inovasi dalam membuat Dodol Rumput Laut terutama dalam hal rasa, tekstur dan kemasan, demikian pula dengan Keretas Rumput Laut.

-Dodol dan Keretas Rumput Laut ini sangat baik untuk kesehatan karena banyak mengandung serat sehingga diharapkan dapat memiliki daya jual yang unggul di pasaran.